Berbeda dengan Indonesia yang memiliki berbagai macam pakaian tradisional daerah, hanbok hanyalah satu-satunya baju tradisional Korea.

Hanbok sendiri terdiri dari kata Han dan Bok.  Han memiliki arti Korea sedangkan Bok memiliki arti baju.  Jadi secara bahasa, Hanbok berarti pakaian Korea.

Sejak zaman dahulu hingga kini hanbok terus melekat sebagai budaya Korea yang terjaga kelestariannya. Bahkan, sejak menjamurnya drama Korea di seluruh dunia, hanbok pun ikut terangkat namanya.

Jika menyebut nama hanbok mengingatkan kita akan gaun panjang warna warni yang dikenakan oleh pemabiasa kita lihat dalam drama Korea bertema kerajaan seperti Queen Seon Dok, My Sassy Girl, dan Dong Yi.

Hanbok sudah ada sejak masa tiga kerajaan Korea terkenal yakni Kerajaan Goguryeo, Kerajaan Baekje, dan Kerajaan Silla. Hanbok di Korea juga banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok.

Bentuk hanbok Korea yang ramping pada bagian atas dan melebar di bagian bawah hamper menyerupai lonceng. Hal ini menjadi keunikan dan ciri kha stersendiri untuk hanbok.

Saat kamu memakainya, bentuk hanbok akan begitu menyatu dan melebar dengan natural hal ini membuat style hanbok terlihat khas dan mempesona dibandingkan dengan pakaian tradisional negara lain.

Awalnya, hanbok dijadikan sebagai pakaian sehari-hari masyarakat Korea. Namun kebiasaan ini terhenti saat Jepang menguasai Korea tahun 1910-1945.

Kini hanbok hanya digunakan sebagai baju adat Korea Selatan pada saat acara resmi saja misalnya upacara pernikahan serta ulang tahun pertama anak (dol).

Warna pada hanbok pun memiliki makna tersendiri. Warna merah dipercaya sebagai lambang keberuntungan serta kekayaan. Untuk warna putih melambangkan kemurnian dan kesucian jiwa. Hanbok putri mahkota biasa menggunakan warna biru.

Warna kuning biasa digunakan sebagai baju kerajaan  Korea karena kuning melambangkan pusat dari alam semesta. Sedangkan warna hitam melambangkan duka cita. Hanbok warna ini biasa digunakan saat upacara kematian.

Selain memiliki makna di setiap warnanya, tahukah kamu bahwa hanbok yang kita kenal secara general sebenarnya memiliki banyak bagian dengan nama dan ciri khas tersendiri? Agar tidak penasaran, yuk simak ulasan singkat di bawah ini.

Jeogari
Jeogari (Source : terbaiknews.net)

1. Jeogari

Jeogori merupakan pakaian tradisional Korea  berupa baju atasan yang dikenakan wanita atau pria. Terdapat perbedaan antara jeogori wanita dan pria.

Jeogori untuk wanita memiliki batas sampai bawah dada. Sedangkan jeogori untuk pria memiliki ukuran yang lebih besar, panjangnya sampai menutupi sampai pinggang.

Sejarah kenapa ukuran jeogori wanita lebih pendek bermula sejak zaman Dinasti Joseon. Desain ini diwariskan hingga saat ini.

Desain jeogori memiliki keunikan pada bagian kerahnya yang berbentuk V serta terdapat pita goreum. Lengan baju dari pakaian tradisional ini dibuat  melengkung serta bergaris lurus di atas agar leluasa saat dipakai.

Durumagi
Durumagi (Source : wordofkoreanholic.blogspot.com)

2. Durumagi

Durumagi merupakan jubbah hanbok yang dikenakan di luar. Memiliki bentuk yang hampir sama dengan jeogori, durumagi memiki kerah yang lebih besar serta ukuran yang memanjang sampai lengan dan lutut.

Durugami digunakan saat musim dingin untuk melindungi tubuh dari cuaca yang dingin olah kaum wanita. Sedangkan kaum bangsawan lelaki biasa menggunakan pakaian ini sebagai atribut resmi.

Pada makam kuno Tiga Kerajaan Korea (37 SM- 668 M) terdapat lukisan dinding orang mengenakan durumagi. Hal ini membuktikan bahwa pakaian ini sudah dikenal dan digunakan sejak zaman dahulu kala.

Hwarot
Hwarot (Source : pixabay.com)

3. Hwarot

Hwarot ialah pakaian tradisional Korea yang biasa dipakai oleh orang yang berasal dari lingkungan kerajaan. Biasanya pakaian ini digunakan saat perayaan peristiwa tertentu.

Ketika upacara pernikahan tradisional Korea,rakyat biasa pun biasa mengenakan pakaian ini.

Pakaian ini mulai dipakai di Korea sejak Dinasti Joseon dan Goryeo. Sebenarnya, pakaian ini merupakaian hasil adaptasi dari pakaian tradisional Tiongkok dari Dinasti Ming.

Bentuk dari pakaian hamper mirip dengan wonsam, bedanya hwarot disulam dengan motif burung, teratai, dan kupu-kupu.

Gwanbok
Gwanbok (Source : merdeka.com)

4. Gwanbok

Sejak zaman kerajaan Silla sampai Dinasti Joseon pegawai kerajaan memakai gwanbok sebagai pakaian tradisional mereka.

Kini gwanbok digunakan sebagai pakaian bisnis pejabat pemerintah. Untuk membedakan hierarki, gwanbok biasanya dilengkapi aksesori lencana.

Magoja
Magoja (Source : jpoiskorea.blogspot.com)

5. Magoja

Pakaian luar yang bisa dipadukan dengan hanbok lainnya ialah Magoja. Pakaian tradisional ini pertama kali dikenalkan oleh Dinasti Qing.

Awalnya, pakaian ini hanya digunakan oleh para lelaki utnuk menghangatkan tubuh. Namun kini, para wanita pun sudah banyak yang mengenakan pakaian ini.

Magoja memiliki ukuran yang lebih panjang satu sentimeter dari jeogori. Orang-orang Kaeseong biasa memakai magoja untuk pakaian sehari-hari. Pakaian ini kebanyakan berwarna netral dengan bahan terbuat dari sutera.

Bagi kamu yang ingin berlibur sambil mengenakan baju tradisional Korea, jangan lupa urus visamu di visaloka.com. Jadikan visaloka.com sebagai pintu masuk menuju liburan impianmu.

Write A Comment