Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Istanbul Turki? Mungkin yang terlintas dalam benakmu hanyalah sekedar tempat kesenangan duniawi.

Bukan hanya kota-kota di Arab Saudi, tempat wisata di Istanbul juga menyimpan banyak nilai historis dan spiritual.

Jika kamu jalan-jalan ke Istanbul, jangan sampai melupakan pesan-pesan Islami yang terselip dalam setiap sudut bangunannya.

Wisata rohani adalah salah satu bentuk wisata yang bisa kamu lakukan disela waktu liburan.

Istanbul sendiri merupakan kota yang membentang di antara dua benua, melintasi selat Bosporus di antara laut Hitam dan laut Marmara.

Sebutan ibukota Turki Istanbul tetap melekat meski ibukota sudah berpindah ke Ankara. Istanbul menjadi pusat budaya, ekonomi, dan sejarah.

Semoga dengan berwisata religi ke Istanbul, energi kebangkitan Islam yang mulai luntur itu mulai mengalir dalam darahmu.

Berikut adalah 5 rekomendasi tempat wisata di Istanbul yang syarat akan nilai Islami.

1. Istana Tokopi

Istana Tokopi
Istana Tokopi (Source : wisatalova.com)

Istana Tokopi merupakan situs sejarah Istanbul yang tak boleh dilewatkan. Istana ini awalnya dijadikan tempat persinggahan para Sultan Kekaisaran Ottoman.

Rasakan aura spirit islam yang sesungguhnya di sini. Kokohnya Istana Tokopi adalah bukti bahwa Islam pernah berjaya.

Istana ini begitu impresif dengan empat halaman utama serta taman-taman yang elok nan asri.

Bukan hanya itu, istana ini dilengkapi dengan fasilitas masjid, rumah sakit, dapur besar, paviliun, dan harem. Harem merupakan tempat paling artistik dari semua bagian istana.

Pada bagian terindah istana, kamu bisa menyaksikan keelokan ubin dan mozaik-mozaik pada dindingnya. Lapisan emas pun menambah nilai prestisius bangunan ini.

Kaligrafi-kaligarfi Islami terukir indah pada marmer bangunan. Jendela kacamatri begitu berkilau bagaikan celah masuknya cahaya-cahaya dari surga.

Tak hanya harem, imperial hall dan kamar putra mahkota adalah titik-titik terbaik lainnya.

Tahta Sultan yang kini kosong juga akan mengajarkan nilai bahwa jabatan tak akan dibawa mati.

Adalagi ruang Privy Murad III yang begitu mahsyur dengan air mancur bersuara kaskade.

Islam bukan hanya sekedar ritual, tapi juga nilai praktikal. Berwisata religi di Istana Tokopi akan membangkitkan kesadaran kita tentang tugas manusia yakni menjadi khalifah.

Baca juga: Panduan Lengkap Menjelajahi Kota Wisata Turki Dalam Seminggu

2. Museum of Turkish and Islamic Art

Museum of Turkish and Islamic Art
Museum of Turkish and Islamic Art (Source : Istanbulclues.com)

Museum Seni Islam dan Turki terletak di bangunan bekas istana Ibrahim Pasa. Ibrahim Pasa ialah salah satu Grand Wazir paling berbakat dari Suleiman.

Pengunjung bisa mempelajari sejarah Turki dari abad 8 hingga abad 19.

Museum Islami ini mempunyai lebih dari 40.000 koleksi peninggalan Islam yang begitu antik. Benda yang palinh banyak mencuri perhatian adalah karpet raksasa yang digantung pada langit-langit bangunan.

Setiap ruangan pada museum ini memiliki kisahnya masing-masing. Masing-masing ruangan terbagi ke dalam periode dan wilayah dunia Islam yang beragam.

Kamu bisa melihat beragam karpet Turki, pahatan kayu dan batu, dan aneka hasta karya berbahan porselin serta gelas. Kitab suci Al-Quran dari masa lampau juga bisa kamu saksikan di sini.

Koleksi lain yang tak kalah menarik adalah kaligrafi dan dokumen-dokumen bersejarah yang sakral. Gaya penulisan karya kaligrafi yang indah akan membuat matamu terbelalak.

Lewat museum ini kamu kan tersadar bahwa islam itu memang indah dan menyukai keindahan. Bukan sekedar wahana cuci mata, museum ini menyiratkan makna rohani yang begitu dalam.

3. Masjid Biru Turki

Masjid Biru Turki
Masjid Biru Turki (Source : pixabay.com)

Salah satu tempat favorit wisatawan di Turki adalah masjid Biru Turki (Blue Mosque) yang terletak di Istanbul.

Masjid ini dibangun dengan bantuan arsitek hebat  bernama Sedefkâr Mehmed Aga.

 Selain adanya enam menara, bangunan ini juga dilingkupi oleh kubah utama berjumlah lima, dan  kubah sekunder berjumlah delapan.  

Insting Sang arsitek memang hebat, arsitektur Islam tradisional ternyata  keren juga kalau dipadukan dengan Kristen Bizantium.

Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmed 1 guna mengangkat kembali nama besar Kekaisaran Ottoman yang hancur paska kekalahan perang yang beruntun.

Ubin masjid terbuat dari keramik  berwarna pirus dengan ornamen tulip merah. Berkas cahaya matahari yang  menembus lewat 200 jendela kaca patri pada lantai dua pun kian menambah kilaunya.

4. Masjid Raya Sulaimaniah

Masjid Raya Sulaimaniah
Masjid Raya Sulaimaniah (Source : republika.co.id)

Selain Masjid Biru Turki, Masjid Raya Sulaimaniah juga termasuk bangunan bersejarah peninggalan Kekaisaran Ottoman yang tak boleh terlupakan.

Letak masjid ini berada di Bukit ketiga Istanbul, Turki. Masjid ini merupakan masjid terakbar di kota tersebut.

Seperti halnya Masjid Biru, desain arsitektural masjid ini juga menggabungkan elemen futuristik Bizantium dan artistik Islam.

Interior masjid ini juga kental dengan gaya Hagia Sophia Bizantium. Kubah besar berkombinasi cantik dengan kubah setengah bagian.

Pekarangan depan masjid Istanbul Turki ini pun begitu monumental. Kedigdayaan kekaisaran Ottoman tergambar jelas pada halaman ini.

Halaman dengan tiang-tiang yang berdiri mengapit ini biasa di sebut peristyle.

Lantai masjid pun dibuat dengan sangat apik. Ubin Iznik yang unik manambah kesan artistik pada dekorasi interior masjid.

Tidak terkesan glamor, mihrab dan mimbarnya dibuat dengan sangat sederhana. Mihrab nampak elegan dengan marmer putihnya.

Sementara mihrab terlihat klasik dengan memadukan kayu, mutiara, dan gading. Bukan sekedar tempat ibadah, masjid ini juga menjadi situs bersejarah.

Di halaman belakang masjid, terdapat makam sang pendiri masjid, Sultan Suleiman 1. Tidak hanya Sultan Suleiman 1, beberapa sanak keluarganya juga disemayamkan di sana.

Sang istri Hurrem Sultan (Roxelana), dan putri tercinta Mihrimah Sultan juga dikubur tak jauh dari pusaranya.

Para penerusnya juga ikut dikuburkan di sana. Dari mulai Ahmed II, Sultan Suleiman II, Saliha Dilasub Sultan, Safiye Sultan hingga putri dari Mustafa II.

Dengan berwisata rohani ke sini, semoga kecintaanmu terhadap masjid semakin meningkat.

Baca juga: 10 Masjid Turki yang Megah dan Bersejarah

5. Hagia Sophia

Hagia Sophia
Hagia Sophia (Source : pixabay.com)

Apa yang kamu ketahui tentang Hagia Sophia? Museum, gereja, ataukah masjid?

Ya, semuanya benar. Hagia Sophia merupakan museum yang awalnya adalah sebuah masjid dan bekas gereja.

Bangunan megah di istanbul ini memang menyimpan sejuta kisah yang penuh manuver.

Hagia Sophia merupakan gereja pertama di Turki yang dibangun pada masa kepemimpinan Konstantius II oleh Uskup Eudoxius dari antioka.

Pada 15 Februari 360 M gereja tersebut berhasil diresmikan. Gereja ini pun dibangun tepat di sebelah istana Kekaisaran Bizantium.

Setelah Konstatinopel berhasil ditaklukan Kekaisaran Ottoman, gereja tersebut beralih fungsi menjadi masjid.

Kisah ini berawal dari dari luapan rasa syukur Muhammad Al-Fatih (Mehmed II). Setelah Konstantinopel berhasil ditaklukkan tanggal 29 Mei 1453, Sultan turun dari kudanya dan langsung bersujud.

Setelah itu Sultan pergi ke Hagia Shopia untuk membuat keputusan besar. Ia memerintahkan para kaki tangannya untuk mengubah gereja itu menjadi masjid.

Masjid itu kemudian diberi nama Aya Sofia. Sesuai itu, masjid pun selalu ramai digunakan untuk salat berjmaah, dan kegiatan keagamaan.

Pada 1937, masjid itu diubah oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi museum. Proyek renovasi Hagia Sophia menjadi awal kembalinya memori Bizantium yang mulai pudar.

Proses pengerokan dinding dan langit-langit berhasil menemukan kembali lukisan-lukisan sakral kristen yang selama ini tertutup kaligrafi.

Sejak saat itu Hagia Sophia menjadi salah satu wisata yang sangat terkenal di Istanbul.

Seperti istana di negeri dongeng, bangunan ini begitu spektakuler. Interior bangunan ini dihiasi fresko dan mosaik.

Pualam warna-warni menghiasi tiang penyanggah yang kokoh. Ukiran pada dinding ikut menyemarakkan keindahan bangunan ini.

Satu kubah besar dan delapan kubah berukuran lebih kecil membuat kesan bangunan ini seolah masjid yang masih berfungsi.

Yang membuat orang terheran-heran, terdapat kaligrafi Allah dan Muhammad di bagian kubah tetapi bagian tengahnya terpampang gambar Yesus.

Bagian depan terdapat mihrab yang dulu digunakan sebagai tempat imam memimpin salat saat bangunan ini masih berfungsi sebagai masjid.

Meski sudah menjadi museum, Hagia Sophia menjadi saksi kejayaan Islam pada masa lampau.

Bagaimana hebatnya seorang Muhammad Al-Fatih dalam menaklukan konstantinopel yang dulu susah ditembus.

Jika kamu sudah memiliki rencana untuk berwisata rohani di Istanbul Turki, saatnya urus visa di visaloka.com. Your one-stop visa solution !

Write A Comment