Salah satu tempat favorit wisatawan di Turki adalah masjid Biru Turki (Blue Mosque) yang terletak di Istanbul.

Seperti yang kamu ketahui, orientasi orang untuk pergi ke tempat ibadah bukan lagi sekedar untuk ritual.

Dari dulu hingga saat ini, para arsitek terus berkreasi untuk membangun masjid yang  penuh estetika dan bentuk yang otentik.

Buat kamu yang akan berkunjuang ke Turki, Bangunan megah di Turki ini wajib masuk ke dalam daftar destinasi kamu.

Agar semakin  penasaran, yuk liat ulasan lengkapnya di bawah ini !

1. Kisah Kekhalifan Turki Utsmani di Balik Masjid Biru Turki

Masjid Peninggalan Turki Utsmani
Masjid Peninggalan Turki Utsmani (Source : pixabay.com)

Kota Istanbul dipenuhi dengan kisah dan sejarah peradaban yang akan terus terkenang sepanjang masa.

Hal ini tak lepas dari fakta historis tentang peradaban besar yang pernah berjaya pada jamannya, Kekhalifahan Turki utsmani.

Kamu tahu kan bagaimana hebatnya peradaban Turki Utmani pada masanya?

Selama 625 tahun, Kekhalifahan Turki Utsmani (Kekaisaran Ottoman) berjaya menguasai hampir dua per tiga dunia.

Turki Utsmani menjadi representasi kejayaan Islam di Eropa, Arab hingga Asia Selatan. Bahkan, Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukan Konstatinopel yang sulit ditembus kala itu.  

Masjid Biru Turki ini berdiri kekar dengan  enam menara yang mencakar langit. Faktor  perpaduan nilai filosofis  dan estetika membuat masjid ini dianggap sebagai ikonik  yang istimewa di Kota Istanbul.

Masjid yang dikenal dengan Masjid Biru tersebut sebenarnya memiliki nama seperti pendirinya yakni Masjid Sultan Ahmed.

2. Masjid Biru Tak Kalah Keren dengan Hagia Shopia

Hagia Shopia
Hagia Shopia (Source : pixabay.com)

Masjid ini dibangun dengan bantuan arsitek hebat  bernama Sedefkâr Mehmed Aga. Selain adanya enam menara, bangunan ini juga dilingkupi oleh kubah utama berjumlah lima, dan  kubah sekunder berjumlah delapan.  

Insting Sang arsitek memang hebat, arsitektur Islam tradisional ternyata  keren juga kalau dipadukan dengan Kristen Bizantium.

Kenapa arsitek tersebut memadukan inteior Kristen Bizentium?

Ya, karena Sulltan Ahmed mempunyai ambisi  ingin membangun masjid yang mampu menandingi kemegahan Aya Sofya atau Hagia Shopia.

Hagia Sophia sendiri merupakan bangunan gereja megah yang dibangun oleh Kekaisaran Bizantium.

Baca juga: 10 Masjid Turki yang Megah dan Bersejarah

3. Sejarah Berdirinya Masjid Biru Turki

Sejarah Masjid Biru
Sejarah Masjid Biru (Source : pixabay.com)

Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmed 1 guna mengangkat kembali nama besar Kekaisaran Ottoman yang hancur paska kekalahan perang yang beruntun.

Perang selama 15 tahun dengan Kerajaan Hasburg menghasilkan Perjanjian Damai Zsivatorok. Perjanjian inilah yang menjadi asal mula pendirian masjid Biru yang istimewa ini.

Paska terbitnya Perjanjian damai Zsivatorok, Kerajaan Ottoman dikalahkan Persia dalam peperangan pada Periode 1603 sampai 1618.

Akhirnya masjid ini selesai dibangun pada 1616 setelah mulai diinisiasi tahun 1609.

Pembangunan masjid juga sempat mengundang kemarahan kaum ulama. Hal ini didasari atas  ketidakmampuan Sultan Ahmed 1 dalam mengumpulkan kekayaan dari perang.

Dana pembangunan masjid yang biasa bersumber dari hasil perang tersebut malah harus menggerogoti kas negara.

4. Interior Masjid Biru Turki

Interior Masjid Biru
Interior Masjid Biru (Source : pixabay.com)

Interior masjid biru ini berhasil memadukan berbagai ornamen klasik dan bahan baku yang unik. Ubin Iznik merupakan buatan tangan asli yang berhasil  melapisi interior menjadi lebih memukau.

Ubin itu terbuat dari keramik  berwarna pirus dengan ornamen tulip merah. Berkas cahaya matahari yang  menembus lewat 200 jendela kaca patri pada lantai dua pun kian menambah kilaunya.

Di Turki sendiri terdapat tiga masjid yang memiliki enam menara, salah satunya Masjid Biru Turki.

Awalnya, Sultan memerintah untuk dibangunkan masjid berbentuk kubus ini dengan menara emas, tetapi karena terjadi miss komunikasi dengan arsitek, akhirnya hal itu pun  tidak terealisasi.

Altiger minareler (menara emas) malah terdengar alti minareker(enam menara) pada telinga arsitek.

Tidak hanya itu, awalnya pembangunan enam menara juga menghasilkan protes karena dinilai plagiat dengan Masjidil haram di Mekkah.

Agar  terlihat tidak mengimitasi Masjidil Haram, sultan memerintahkan penambahan menara agar jumlahnya tidak sama.

5. Peraturan untuk Wisatawan Masjid Biru Turki

Wisatawan Masjid Biru Turki
Wisatawan Masjid Biru Turki (Source : pixabay.com)

Meskipun awalnya pembangunan masjid ini dipenuhi dengan polemik, kini Masjid Biru Turki sudah menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat diminati.  

Selain untuk ibadah, Masjid Biru ini dibuka untuk kunjungan wisata. Namun, ketika memasuki shalat lima waktu, tentunya kamu akan dilarang untuk melakukan kunjungan ke dalam kecuali untuk shalat.

Kamu bebas berpiknik di pelataran maupun menjelajahi hingga ke dalam  Masjid Biru Turki.

Tapi ingat ya, kamu harus mematuhi aturan berbusana yang ditetapkan pengelola.  Bukan hanya umat Islam kok, buat kamu umat agama lain pun bisa  berkunjung untuk menyaksikan berbagai keindahannya.

Bagaimana, setelah membaca ulasan di atas, minat kamu untuk berwisata ke Masjid Biru Turki semakin meningkat kan?

Tunggu apa lagi, yuk rencanakan liburan ke Masjid Biru Turki ! Untuk masalah pengurusan visa yang anti rumit dan mahal, percayakan saja pada kami, visaloka.com.

Write A Comment