Berbeda dengan masjid kebanyakan, masjid Turki bukan sekedar bangunan ritual yang ramai saat azan berkumandang.

Saat matahari mulai mengintip hingga langit mulai temaram masjid-masjid bersejarah di Turki selalu dipenuhi hiruk-pikuk pengunjung.

Jika kamu ingin berwisata religi, Turki adalah pilihan yang tepat. Di sela liburan, wisata religi bisa menjadi obat kehampaan hatimu.

Cobalah untuk berkeliling dari satu masjid ke masjid lain untuk mengenang sejarah dan nilai keislaman.

Turki Utsmani memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam kehadiran bangunan megah di Turki.

Kubah-kubah penuh filosofis dan seni iznik menjadi ciri khas masjid-masjid di negeri dua benua tersebut.

Peradaban Turki Utsmani boleh runtuh, tetapi kemegahan masjid-masjidnya akan terus berdiri kokoh.

Berikut 10 Masjid megah dan bersejarah di Turki yang harus kamu ketahui. Siapa tahu, kamu tertarik untuk berwisata religi ke sana.

1. Masjid Biru Turki

Masjid Biru Turki
Masjid Biru Turki (Source : pixabay.com)

Salah satu tempat favorit wisatawan di Turki adalah masjid Biru Turki (Blue Mosque) yang terletak di Istanbul.

Masjid ini dibangun dengan bantuan arsitek hebat bernama Sedefkâr Mehmed Aga.

Selain adanya enam menara, bangunan ini juga dilingkupi oleh kubah utama berjumlah lima, dan kubah sekunder berjumlah delapan.

Insting Sang arsitek memang hebat, arsitektur Islam tradisional ternyata keren juga kalau dipadukan dengan Kristen Bizantium.

Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmed 1 guna mengangkat kembali nama besar Kekaisaran Ottoman yang hancur paska kekalahan perang yang beruntun.

Oleh karena itu, masjid ini pun dikenal dengan nama Masjid Biru Sultan Ahmed.

Ubin masjid terbuat dari keramik berwarna pirus dengan ornamen tulip merah.

Berkas cahaya matahari yang menembus lewat 200 jendela kaca patri pada lantai dua pun kian menambah kilaunya.

2. Masjid Raya Sulaimaniah

Masjid Raya Sulaimaniah
Masjid Raya Sulaimaniah (Source : republika.co.id)

Selain Masjid Biru Turki, Masjid Raya Sulaimaniah juga termasuk bangunan bersejarah peninggalan Kekaisaran Ottoman yang tak boleh terlupakan.

Letak masjid ini berada di Bukit ketiga Istanbul, Turki. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Istanbul.

Seperti halnya Masjid Biru, desain arsitektural masjid ini juga menggabungkan elemen futuristik Bizantium dan artistik Islam.

Interior masjid ini juga kental dengan gaya Hagia Sophia Bizantium. Kubah besar berkombinasi cantik dengan kubah setengah bagian.

Pekarangan depan masjid Istanbul Turki ini pun begitu monumental. Kedigdayaan kekaisaran Ottoman tergambar jelas pada halaman ini.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Islami Bersejarah di Istanbul Turki

Halaman dengan tiang-tiang yang berdiri mengapit ini biasa di sebut peristyle.

Lantai masjid pun dibuat dengan sangat apik. Ubin Iznik yang unik manambah kesan artistik pada dekorasi interior masjid.

Tidak terkesan glamor, mihrab dan mimbarnya dibuat dengan sangat sederhana. Mihrab nampak elegan dengan marmer putihnya.

Sementara mihrab terlihat klasik dengan memadukan kayu, mutiara, dan gading. Bukan sekedar tempat ibadah, masjid ini juga menjadi situs bersejarah.

Di halaman belakang masjid, terdapat makam sang pendiri masjid, Sultan Suleiman 1. Tidak hanya Sultan Suleiman 1, beberapa sanak keluarganya juga disemayamkan di sana.

Sang istri Hurrem Sultan (Roxelana), dan putri tercinta Mihrimah Sultan juga dikubur tak jauh dari pusaranya.

Para penerusnya juga ikut dikuburkan di sana. Dari mulai Ahmed II, Sultan Suleiman II, Saliha Dilasub Sultan, Safiye Sultan hingga putri dari Mustafa II.

3. Masjid Aya Sofia

Hagia Sophia
Hagia Sophia (Source : pixabay.com)

Aya Sofia merupakan masjid yang awalnya adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia.

Bangunan megah di istanbul ini memang menyimpan sejuta kisah yang penuh manuver.

Hagia Sophia merupakan gereja pertama di Turki yang dibangun pada masa kepemimpinan Konstantius II oleh Uskup Eudoxius dari Antioka.

Pada 15 Februari 360 M gereja tersebut berhasil diresmikan. Gereja ini pun dibangun tepat di sebelah istana Kekaisaran Bizantium.

Setelah Konstatinopel berhasil ditaklukan Kekaisaran Ottoman, gereja tersebut beralih fungsi menjadi masjid.

Pengalihan fungsi gereja ini sebagai luapan rasa syukur Muhammad Al-Fatih (Mehmed II).

Setelah Konstantinopel berhasil ditaklukkan tanggal 29 Mei 1453, Sultan turun dari kudanya dan langsung bersujud.

Setelah itu Sultan pergi ke Hagia Shopia untuk membuat keputusan besar.

Ia memerintahkan para kaki tangannya untuk mengubah gereja itu menjadi masjid. Masjid itu kemudian diberi nama Aya Sofia.

Sesuai itu, masjid pun selalu ramai digunakan untuk salat berjamaah, dan kegiatan keagamaan.

Namun kini, Masjid Hagia Sophia atau Aya Sofia kembali beralih fungsi. Bukan sebagai gereja, tetapi sebagai museum.

4. Masjid Rustem Pasha

Masjid Rustem Pasha
Masjid Rustem Pasha (Source : pixabay.com)

Masjid ini terletak di Eminonu, istanbul. Arsitek yang membuat masjid ini adalah Mimar Sinan, arsitek yang juga mendesain masjid Biru Turki.

Nama masjid ini diambil dari nama pendirinya yakni Rustem Pasha, menantu Raja Sulaiman I yang berasal dari Bosnia. Rustem Pasha termasuk orang terkaya di dinasti Ottoman.

Meski ukuran masjid ini tidak sebesar Masjid Raya Sulaimaniah, tetapi arsitektur masjid ini tak kalah keren.

Sebenarnya bisa saja Rustem Pasha membangun masjid yang lebih besar, tetapi Sultan Selim yang tengah berkuasa saat itu, melarang siapapun membangun masjid yang lebih megah dari masjid-masjid yang ia bangun.

Seperti masjid-masjid di Turki lainnya, Masjid Rustem Pasha dipenuhi dengan keramik iznik berwarna merah yang menawan.

Keramik Iznik merah ini tergolong eksklussif karena rata-rata keramik iznik diproduksi dengan warna biru, hijau, dan kuning.

Keramik-keramik di masjid ini kebanyakan berbentuk bunga dan geometris. Bangunan megah ini ditopang oleh pilar-pilar berbentuk segi delapan.

Di dalam masjid terdapat pintu-pintu dengan ukiran-ukiran menawan atau biasa disebut dengan pintu-pintu Kundekari.

5. Masjid Agung Mardin

Masjid Agung Mardin
Masjid Agung Mardin (Source : tourturki.co.id)

Sesuai namanya, masjid ini merupakan ikon masjid megah di Kota Madrin. Kota Madrin sendiri terbentang di antara Irak dan Siria.

Sebelum menjadi kota yang islami, Mardin dulunya adalah kota yang sangat kental dengan budaya Kristiani.

Setelah ditaklukkan Bani Umayyah pada 641 M, barulah pembangunan masjid-masjid begitu masif dikerjakan.

Masjid Agung Mardin dibangun pada 1176 oleh arsitek keturunan Artuk bernama Zarif.

Masjid ini memiliki kubah besar yang dikelilingi dengan kubah kecil. Enam menara yang tinggi menjulang pun menambah kemegahan masjid ini.

6. Masjid Ulu Camli

Masjid Ulu Camli
Masjid Ulu Camli (Source : tourketurki.com)

Masjid Ulu Camli merupakan masjid megah di Turki yang terletak di Bursa.

Bursa merupakan salah satu kota tua di Turki sekaligus menempati urutan keempat sebagai kota terbesar.

Masjid ini dibangun oleh arsitek bernama Ali Neccar. Arsitektur masjid ini sangat kental dengan nuansa bangsa Seljuk.

Pertama kali dibangun oleh Sultan Bayezid I pada 1369, dan pembangunan selesai pada 1399.

Dalam bahasa Arab, Ulu berarti agung atau besar. Sementara Camii artinya masjid. Jadi, Masjid Ulu Camli ini biasa sisebut dengan Masjid Agung.

Pada tahun 2014, UNESCO memasukkan Masjid Ulu Cami sebagai warisan budaya dunia.

Ciri khas dari masjid ini adalah kubahnya yang berjumlah dua puluh. Kubah berderet rapih dalam empat baris, masing-masing deretan terdiri atas lima kubah.

Masjid berdiri kokoh dengan topangan 12 tiang berukuran besar. Selain kubah, masjid ini juga dilengkapi dua menara yang menjulang.

7. Masjid Beyazid II

Masjid Beyazid II
Masjid Beyazid II (Source : wikipedia.org)

Masjid ini dibangun sebagai bukti akan kemahsyuran peradaban Islam di masa lalu. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Beyazid II.

Masjid ini terletak di antara Grand Bazaar, Universitas Istanbul, dan Beyazid Square.

Baca juga: 5 Universitas Terbaik di Turki yang Tak Kalah Keren dengan ITB

Corak Hagia Sophia terasa begitu kental di masjid megah Turki tersebut. Interior masjid ini diterangi dengan dua puluh jendela di dasar kubah.

Dekorasi stalaktit menghiasi kubah dengan sangat cantik dan menawan.

Eksterior masjid ini dilengkapi dengan peristyle dua puluh kolom kuno porfiri, granit dan barang antik.

8. Masjid Semiliye

Masjid Semiliye
Masjid Semiliye (Source : republika.co.id)

Rekomendasi masjid megah lain yang bisa kamu kunjungi adalah Masjid Semiliye.

Masjid ini terletak di sebuah kota kecil bernama Edirne. Kota ini berjarak sekitar 260 km dari Istanbul.

Masjid ini selesai dibangun pada 1568, setelah Sultan Selim II memprakarsai pembangunannya pada 1568.

Arsitek masjid tersebut merupakan arsitek bertangan dingin yang sudah banyak memegang proyek pembangunan masjid-masjid besar di Turki lainnya.

Nama Mimar Sinan, mungkin tak asing buat kamu. Kepiawaiannya dalam merangkai pola bangunan membuat semua orang tercengang.

9. Masjid Dolmabahce

Masjid Dolmabahce
Masjid Dolmabahce (Source : pixabay.com)

Masjid megah Turki ini berlokasi di pelataran istana Dolmabahce, Istanbul.

Awalnya masjid ini diinisiasi oleh Ileu Bezm-i Qlem Valide. Kemudian pembangunnya dilanjutkan oleh Sultan Abdul Majid, putra kesayangannya.

Akhirnya, pembangunan masjid ini selesai pada 1855.

Birunya perairan Bosporus menambah keelokan dan keteduhan mata orang yang memandanginya.

10. Masjid Agung Diyarbakir

Masjid Diyarbakir
Masjid Diyarbakir (Source : gotravelly.com)

Masjid tertua di Turki ini juga tak kalah menarik. Pada 1091, masjid ini direnovasi besar-besaran oleh Sultan Malik Shah.

Gubernur Seljuk pun ditunjuk sebagai penanggung jawab dalam perenovasian masjid tersebut.

Arsitektur masjid agung ini memiliki kemiripan dengan Majid Agung Umayad di Damaskus. Arsitek yang mendesain masjid Diyarbakir berasal dari Siria.

Jika Ingin berwisata religi menyaksikan kemegahan masjid Turki, jangan lupa urus visa di visaloka.com. Hanya di visaloka.com, urusan pengurusan visa yang rumit menjadi begitu sederhana.

Write A Comment