Turki Utsmani, sebuah peradaban besar yang tak henti-hentinya dijadikan bahan perbincangan.

Kebanyakan orang lebih mengenal sosok Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstaninopel. Padahal, Osman Gazi sang pendiri Turki Utsmani juga tak kalah penting peranannya.

Tanpa kegigihan dan kecerdasan Osman dalam menyiasati perang, mungkin Turki Utsmani tak pernah ada. Banyak sisi keteladanan Osman yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

Untuk mengenang perjuangannya, mari kita bahas beberapa fakta unik tentang Osman Gazi seperti di bawah ini.

1. Melanjutkan Ambisi Sang Ayah

Kerajaan Turki Utsmani
#Kerajaan Turki Utsmani (Source : kompas.com)

Osman Gazi lahir sekitar tahun 1254. Ia adalah anak dari Erthugul, pemimpin suku Kayi. Erthugul memiliki ambisi utnuk memperluas wilayah kekuasaannya, termasuk Bizantium. Sayangnya, Erthugul wafat sebelum semua mimpinya terwujud.

Osman pun berusaha melanjutkan perjuangan sang ayah. Tak kalah hebat, Osman pun berhasil membantu Sultan Alauddin untuk menaklukan benteng-benteng Bizantium.

Sebagai hadiah, Sultan mengangkatnya sebagai gubernur serta namanya wajib disebut pada setiap doa khutbah Jumat.

Pada 1300 M, Sultan Alauddin terbunuh oleh Bangsa Mongol. Ia meninggal tanpa pewaris tahta.

Perjuangan Osman pun mendapat dukungan dari Dinasti Saljuk. Osman mengisi kekosongan jabatan itu untuk membalaskan dendam pada bangsa Mongol. Akhirnya ia berhasil menang dan memproklamasikan kemerdekaan.

Baca juga: Panduan Lengkap Menjelajahi Kota Wisata Turki Dalam Seminggu

2. Memiliki Kisah Cinta Rahasia

Wanita Turki
Wanita Turki (Source : pixabay.com)

Selain perjuangannya dalam mendirikan Kekaisaran Ottaman, perjuangannya dalam meraih cinta juga patut kita teladani.

Tak banyak yang tahu, cinta rahasia Osman yang penuh kebijaksanaan itu tak kalah menarik dengan kisah cinta romantis di drama-drama Turki.

Ketika berkunjung ke kediaman Syeikh Ede Bali, Osman tanpa sengaja melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya . Ia melihat wanita itu di kebun. Gadis yang anggun dan penuh tata krama.

Sejak pertemuan itu, wajahnya terus melintang dipikirannya. Karena penasaran, akhirnya ia pun mencari tahu siapakah sosok wanita itu.

Akhirnya ia tahu, wanita itu ternyata adalah putri dari bangsawan terkenal, Syeikh Ede Bali.

Osman mencintai dalam diam. Dari hari ke hari, ia terus berusaha menahan perasaannya, tetapi tidak bisa. Akhirnya ia menceritakan gadis itu pada ayahnya.

Ayahnya pun merestui niat baik sang anak. Hanya saja, hati Osman resah. Ia takut, ketika hendak menemui calon mertuanya.

Firasatnya benar, setelah Osman menghadap Syeikh Edi Beli, dia harus pulang dengan hati yang patah. Syeikh Ede Bali ragu kalau Osman bisa membahagiakan putrinya.

Hati Osman pun patah dua kali dalam waktu hampir bersamaan. Syeikh Ede Bali juga mengatakan bahwa ia meragukan kemampuan Osman dalam mengurus pemerintahan.

Gadis itu bernam Mal Hatun, permata mahal yang menjadi rebutan banyak pria saat itu. Bahkan, orang-orang penting di Bizantium pun jatuh hati padanya.

Tanpa sepengatahuan Osman, ternyata Hatun Mal pun menyimpan perasaan yang sama. Dua tahun mereka hanya bertemu dalam doa.

Hingga akhirnya nama Osman Gazi menjadi terkenal seantero negeri. Ia sukses menahan gempuran Kerajaan Bizantium secara berturut-turut.

Osman Gazi terus menjaga dua mimpi besarnya. Pertama, ia bertekad untuk membuat negaranya menjadi lebih besar dan kuat. Yang kedua, ia ingin berjuang dan menua bersama Hatun Mal.

2. Pernah Bermimpi Aneh

Mimpi Aneh
Mimpi Aneh (Source : pixabay.com)

Saat berperang melawan Bizantium, sahabat Osman Gazi tebunuh. Ia sangat merasa terpukul. Untuk menghilangkan dukanya, ia pergi ke pegunungan.

Butir-butir air pada kelopak matanya kian memberat. Sudah berusaha ia tahan, tetapi akhirnya tumpah juga. Ia mengutuk takdir dan menyalahkan dirinya sendiri.

Akhirnya ia sadar, kesendirian tidak mampu menghilangkan kepedihan dan amarahnya. Yang sebenarnya ia butuhkan hanyalah teman berbagi cerita. Akhirnya ia menemui Syeikh Edi Bali.

Osman menumpahkan semua keresahannya kepada Syeikh. Syeikh pun mendengarkan tanpa menyela dan menghakimi. Hingga akhirnya Osman lelah dan tertidur di sana. Dalam tidurnya inilah ia bermimpi aneh.

Osman memimpikan rembulan muncul dari dada Syeikh Edi Bali, kemudian masuk ke dalam dada Osman. Kedua, ia juga melihat cabang-cabang pohon tiba-tiba tumbuh dari pusarnya.

Cabang-cabang pohon itu menutupi daerah-daerah di Asia, Eropa, dan Afrika. Angin bertiup kencang, mengguncangkan dedaunan ke arah Konstatinopel.

Saat terbangun, Osman menceritakan semua cerita dalam mimpinya pada Syeikh. Setelah bertafakur, Syeikh Edi Bali mengatakan tafsir dari mimpi kedua memiliki makna bahwa Tuhan telah menciptakan Osman sebagai khalifah yang akan membangun negara yang besar.

Sedangkan untuk mimpi yang pertama, Syeikh berkata,” Kamu akan mendapatkan keturunan dari Putriku. Mal Hatun adalah milikmu sekarang.”

Osman pun tertegun. Kesabarannya kini menuai hasil. Cinta dan kebijaksanaan adalah kesatuan yang tak bisa dia lepaskan dalam perjalanannya meraih mimpi.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Islami Bersejarah di Istanbul Turki

4. Sukses Mengalahkan Pasukan Romawi

Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani
Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani (Source : republika.com)

Semesta mendukung perjuangan Osman, para bala bantuan berdatangan tiada henti. Banyak tentara bayaran mendatangi Osman untuk membantu melemahkan monarki Ortodoks.

Orang-orang yang melarikan diri dari Mongol pun terus berdatangan, dan ikut masuk dalam kubunya.

Hal ini sangat membantu Osman dalam membangun kekuatan militer yang tangguh dan kuat.

Dengan kerja sama yang solid, Osman dan pasukannya berhasil merebut benteng -benteng pertahanan dan kota-kota penting seperti Blecik, Inonu, Eskisehur, dan Yenisehir. Yenisehir kemudian dijadikan ibukota Turki Utsmani.

Tak berhenti disitu, Osman pun mengatur strategi untuk mengeluarkan masyarakat Romawi Timur dari Anatolia.

Osman mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyerang dari dua arah, dari barat daya menuju laut Marmara serta dari utara sepanjang sungai Sarkaya.

Para petinggi Romawi Timur pun mulai frustasi dalam mengahadapi kecerdikan Osman. Akhirnya mereka menyerah pada tahun 1308.

Langkah selanjutnya yang dilakukan Osman adalah merebut Ephesus, kota tua Romawi. Tepi pantai terakhir yang dimiliki Romawi pun akhirnya ikut diambil alih.

Yang tak kalah hebat, Osman juga mampu menaklukan Bursa. Meski disini dia hanya menyumbangkan taktik, tidak turun langsung dalam pertempuran.

Namun Bursa menjadi kota yang begitu penting karena saat kepemimpinan putranya, Orhan, kota ini dijadikan ibukota.

Baca juga: Menelusuri Cappadocia, Tempat Wisata Romantis di Turki

5. Memberikan Wasiat yang Begitu Menyentuh

Wasiat
Wasiat (Source : pixabay.com)

Sebelum menghembuskan napas yang terakhir, Osman sempat memberikan petuah mahal kepada anaknya.

Petuah yang dijadikan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan pemerintahan di Turki Utsmani.

Beginilah kira-kira isi dari wasiat Osman :

  • ” Wahai Anakku, janganlah sibukkan dirimu dengan sesuatu yang tidak diperintahkan Tuhan Semesta Alam. Jika dirimu menemui kesulitan dalam masalah hukum, lakukanlah musyawarah dengan para ulama yang mengerti agama. “
  • ” Wahai Anakku, hormatilah orang yang patuh padamu dengan penuh bangga berbuat baiklah kepada para tentara, dan jangan sampai setan terkena tipu daya setan karena banyaknya harta dan tentara. Janganlah kamu menajuhi ahli syariah. “
  • ” Wahai Anakku, sesungguhnya kamu tahu bahw atujuan kita itu mencari ridha Allah, Tuhan Semesta Alam. Sesungguhnya jihad meliputi semua cahaya agama di seluruh dunia agar ridha Allah turun kepada kita. “
  • ” Wahai Anakku, kita bukanlah golongan manusia yang ebrperang dengan dorongan nafsu untuk berkuasa. Kita hidup di atas Islam, dan untuk Islam pula kita mati. Inilah Anakku, apa-apa yang mesti kamu perhatikan. “

Jika tertarik melihat peninggalan-peninggalan pendiri Turki Utsmani, pergilah ke Turki. Jika ingin mengurus visa tanpa ribet dan lama, percayakan saja pada visaloka.com.

Write A Comment