Berbicara tentang Korea memang tak pernah ada habisnya. Semua hal yang berbau Korea memang selalu hangat diperbincangkan. Sayangnya, tak banyak yang tahu bahwa sejarah Korea Selatan juga tak kalah menarik.

Sebagian besar orang menyebut Korea Selatan hanya dengan nama Korea saja. Padahal, negara yang menyandang nama Korea itu ada dua, yakni Korea Utara dan Korea Selatan.

Sebagai negara yang tertutup dari pergaulan dunia, Korea Utara tentu kalah pamor dengan Korea Selatan. Hingga orang-orang latah dalam peyebutan nama Korea.

Mungkin kamu pun pernah bertanya mengapa kedua negara tersebut selalu berseter. Padahal kan keduanya pernah menjadi satu kesatuan negara.

Berikut ulasan sejarah Korea Selatan yang akan menjawab rasa penasaranmu.

Profil Korea Selatan
Profil Korea Selatan (pixabay.com)

1. Profil Korea Selatan

Korea Selatan merupakan negara maju yang terletak di Semenanjung Korea, tepatnya di Asia Timur. Sebelum terpecah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara, Semenanjung Korea awalnya merupakan satu negara bernama Korea.

Negara Korea membentuk negara sendiri pada tahun 1948.  Untuk sistem pemerintahannya, Korea Selatan menganut sistem pemerintahan Republik Presidensil.

Karena menganut Sistem Pemerintahan Presidensil, maka Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara dijabat oleh seorang Presiden. Presiden dipilih oleh rakyat melalui Pemilihan Umum untuk masa jabatan 5 tahun.

Letak astronomis Korea Selatan berada di  antara 124°BT- 130°BT dan 33°LU- 39°LU dengan luas  99.720 kilometer persegi.

Sedangkan letak geografisnya, di sebelah uatara Korea Selatan berbatasan dengan Korea Utara dan sebelah selatan, timur, barat berbatasan dengan Laut Kuning serta Laut Jepang

Bahasa resmi Korea Selatan ialah bahasa Korea. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Korea Selatan sebanyak 51.835.110 jiwa. Agama Kristen dan Budha merupakan negara mayoritas pada negara tersebut.

Kemerdekaan Korea Selatan
Kemerdekaan Korea Selatan (pixabay.com)

2. Kemerdekaan Korea Selatan

Mungkin kamu tak pernah menyangka bahwa Korea Selatan yang begitu maju  itu pernah mengalami  masa penjajahan oleh Jepang.

Kini korea Seletan sudah sejajar dengan Jepang dari berbagai aspek kehidupan. Keduanya saling bersaing dalam teknologi, industry kreatif, dan budaya.

Pada tahun 1910 sampai 1945 Korea pernah menjadi bagian wilayah Kekaisaran Jepang.

Penjajahan itu bermula pada tahun 1876 dengan terciptanya perjanjian Ganghwa pada masa Dinasti Joseon. Hal itu diperparah dengan aksi keji  agen-agen Jepang  dalam tragedi pembunuhan Ratu Myeongseong.

Puncak ketegangan terjadi ketika diadakannya Perjanjian Eulsa (1905) dan Perjanjian Aneksasi (1910). Namun pada tahun 1965 kedua perjanjian tersebut dibatalkan oleh kedua belah pihak.

Seperti zaman penjajahan Jepang di Indonesia, kehidupan rakyat kecil di Korea pun begitu keras.

Ya meskipun Jepang membangun komunikasi modern dan jaringan jalan raya di Korea, yang namanya penjajahan tetap terasa menyakitkan.

Pada 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Hal ini tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan untuk Korea dan juga Indonesia.

Para pemimpin negara dengan sigap membentuk Komite Pembentukan Negara Korea. Akan tetapi Amerika Serikat menyusun rencana untuk membagi Semenanjung Korea menjadi dua yakni Korea Selatan dan Korea Utara.

Ada udang di balik batu, Amerika Serikat berpura-pura membantu kemerdekaan Korea padahal mereka ingin menjadikan Korea sebagai negara di bawah Perwalian Sekutu.\

Korea Terpecah Menjadi Dua Bagian

3. Penyebab Korea Terpecah menjadi Dua Negara

Penyebab terpisahnya Semenanjung Korea bermula dari meningkatnya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Sebelum terpecah, berabad-abad lalu Semenanjung Korea adalah satu kesatuan dalam bentuk dinasti kerajaan. Namun, sejak Jepang mulai menjajah Korea, maka terjadilah gejolak selama 35 tahun.

Semua itu berakhir pada akhir Perang Dunia II. Akhirnya Uni Soviet dan Amerika Serikat membuat  Keputusan tanpa melibatkan orang-orang Korea.

Dua negara superpower tersebut akhirnya membagi kekuasaan atas Semenanjung Korea pada Agustus 1945. Selama tiga tahun ke depan dari 1945 sampai 1948, Uni Soviet membangun rezim komunis di Korea bagian utara.

Sedangkan di Korea bagian Selatan, komandan AS di Korea, Jendral R.Hodge, mengerahkan Pemerintahan Militer Bersenjata AS untuk menjadikan Korea bagian selatan sebagai wilayah militer Amerika Serikat.

Perang Korea
Perang Korea (pixabay.com)

4. Perang Korea

Setelah menjadikan  Korea Selatan sebagai wilayah militer, Amerika Serikat menarik pasukannya pada akhir musim panas tahun 1949. Tentara Korea Selatan yang berjumlah 96.000 ditinggalkan begitu saja.

Tentara Korea Selatan tak terlatih dan minim persenjataan, berbanding terbalik dengan Korea Utara yang mendapat perlengkapan militer  lengkap dan besar. Korea Utara mendapat 500 tank dan 200 jet temur.

Berkat pelatihan dari 175.000 penasehat militer Uni Soviet, pasukan militer Korea Utara berhasil tumbuh menjadi 200.000 orang. Dengan pertumbuhan kekuatan militeryang pesat, kepercayaan diri Korea Utara untuk menumbangkan Korea Selatan semakin meningkat.

Akhirnya Korea Utara pun memberanikan diri untuk menyerang Korea Selatan dari berbagai sisi pada 25 Juni 1950. Pada hari ketiga perang, Korea Selatan berhasil menduduki Seoul.

Mereka akhirnya memperluas serangan ke arah selatan.Keberhasilan Korea Utara tak lepas dari dukungan Uni Soviet dan China.

Pasukan PBB mengirim pasukan bantuan pada Korea Selatan dengan sejumlah tentara gabungan dari 16 negara. Akan tetapi, Korea Selatan terus terdesak mundurke Selatan Semenanjung hingga September 1950.

Pasukan PBB terus menambah kiriman bantuan untuk melancarkan serangan balasan pada Korea Utara. Korea Selatan pun akhirnya sukses menduduki sebagian besar Semenanjung Korea.

Tidak mau kalah, China pun menyokong kekuatan Korea Utara dengan lebih kuat. Akhirnya Korea Selatan beserta pasukan PBB kembali mundur.

Uni Soviet dan Amerika Serikat pun akhirnya mulai melakukan perundingan genjatan senjata. Kenyataannya, kedua belah pihak tetap meneruskan serangan demi ambisi yang belum tercapai. Akibat perang ini, 4,5 juta jiwa tewas.

Pada 25 Juli 1953, persetujuan genjatan senjata ditandatangani. Zona Demiliterisasi Korea merupakan hasil dari genjatan senjata yang digunakan sebagai tembok pembatas antar dua negara.

Pada 9 September, Korea Utara membentuk Republik Rakyat Demokratik Korea. Kim Il-sung pun ditunjuk sebagai perdana menteri.

Ketika Korea Selatan diserang pasukan Korea Utara pada 1950, konflik kedua negara pun semakin memanas. Hal ini membuat pembagian wilayah menjadi permanen.

Gencatan senjata ditandatangani untuk mengakhiri permusuhan. Kedua pihak sepakat untuk membuat zona penyangga  di antara dua negara yang memiliki lebar tiga mil.

Tak ada seorang pun yang dapat memasukinya. Daerah ini  dikenal dengan nama Zona Demiliterisasi.

Budaya Korea
Budaya Korea (pixabay.com)

5. Budaya Korea

Awalnya Korea Utara dan Korea Selatan mempunyai kebudayaan yang sama, tetapi semenjak pecahnya Semenanjung Korea, kedua negara akhirnya mengembangkan bentuk budaya kontemporer yang berbeda.

Secara historis, kebudayaan Korea sangat dipengaruhi oleh Kebudayaan Tiongkok, namun Kini Korea mampu mengembangkan identitas budaya sendiri  yang unik dan mendunia. 

Budaya Korea Selatan sudah menjadi trend bagi kalangan anak muda dari seluruh dunia. Mereka sukses mengemas budaya tradisional dalam bentuk apik.

Kesuksesan Budaya Korea Selatan tak lepas dari peran Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan yang gencar memberikan pembiayaan dan program – program edukasi.

Bagi kamu yang ingin mengenal sejarah Korea Selatan secara lebih dekat, saatnya buat visa di visaloka.com. Dengan visaloka.com, katakan selamat tinggal pada kepengurusan visa yang rumit dan lama.

Write A Comment