Selain membaca sejarah kemerdekaan Indonesia, pernahkah kamu mempelajari sejarah bangsa lain? Misalnya saja sejarah Turki Utsmani.

Mungkin sebagian besar dari kamu memiliki perspektif bahwa pelajaran sejarah itu sangatlah membosankan.

Tetapi hal itu tak mungkin terjadi jika kamu tahu pelajaran besar apa yang bisa diambil dari pengalaman masa lampau.

Selain sejarah kemerdekaan Indonesia, sejarah Turki Utsmani juga menarik untuk kamu pelajari.

Bukan hanya karena wilayahnya yang strategis, Turki, negara Timur Tengah yang membentang antara Eropa dan Asia itu memiliki banyak nilai historis yang menarik.

Meski kental dengan budaya Islami, nyatanya peninggalan peradaban Turki Utmani berhasil memikat wisatawan dari berbagai kalangan.

Semangat pembaharuan dan perjuangan Muhammad Al-Fatih adalah contoh  inspirasi buat kamu kawula muda yang sedang berjuang meraih mimpi.

Untuk lebih jelasnya mari kita bedah satu-persatu, apa, siapa, kapan, dimana, dan mengapa sejarah peradaban ini menjadi begitu hebat.

1. Siapa Pendiri Turki Utsmani ?

Pendiri Turki Utsmani
Pendiri Turki Utsmani (Source : muslimobsession.com)

Kisah ini dimulai dengan  berdirinya Kabilah Oghus yang hidup nomaden.  Awalnya, kabilah ini dipimpin oleh Suleiman yang mendiami daerah Mongol dan kawasan sebelah utara dari China.

Pada 1219-1220 M bangsa Mongol menyerang mereka, sehingga Suleiman memerintahkan semua anggotanya untuk hijrah ke arah Barat.

Mereka meminta pertolongan kepada dinasti Khawarizm di Transoxania. Jalaluddin, pemimpin Khawarizm, menyarankan mereka untuk kembali melanjutkan perjalanan ke arah barat atau Asia Kecil.

Setelah serangan Mongol mulai reda, Suleiman mencoba kembali ke tanah airnya. Naasnya, ditengah perjalanan ia tenggelam di sungai Eufrat saat hendak menyeberang.

Dari empat putra Suleiman, dua orang memutuskan kembali ke tanah air, sedangkan sisanya menetap di Asia Kecil.

Salah satu anaknya yang kembali ke tanah air bernama Erthugul. Ia berhasil memimpin kabilah dengan jumlah 400 keluarga.

Mereka membantu Sultan Alauddin II (Dinasti Saljuk) dalam perang menghadapi bangsa Romawi, khususnya di Romawi Timur (Bizantium).

Berkat taktik Erthugul dan kegigihan bersama, mereka pun berhasil memenangi peperangan.

Sebagai bentuk apresiasi, Sultan Alauddin menghadiahkan mereka  sebidang tanah perbatasan dengan Bizantium.

Momentum itu berhasil dimanfaatkan Erhtugul untuk mengembangkan wilayah binaannya  menjadi lebih maju.

Bahkan, ia pun berambisi untuk merebut wilayah Bizantium guna memperluas wilayahnya.

Tonggak kepemimpin dilanjutkan oleh Sang Putra bernama Utsman seusai ia wafat. Tak kalah hebat, Utsman pun berhasil membantu Sultan Alauddin untuk menaklukan benteng-benteng Bizantium.

Sebagai hadiah, Sultan mengangkatnya sebagai gubernur serta namanya wajib disebut pada setiap doa khutbah Jumat.

Pada 1300 M, Sultan Alauddin terbunuh oleh Bangsa Mongol. Ia meninggal tanpa pewaris tahta.

Perjuangan Utsman pun mendapat dukungan dari Dinasti Saljuk. Ustman mengisi kekosongan jabatan itu untuk membalaskan dendam pada bangsa Mongol. Akhirnya ia berhasil menang dan memproklamasikan kemerdekaan.

Wilayah kemerdekannya itu kemudian diberi nama Turki Utsmani. Nama itu sendiri diambil dari nama Utsman, sang pendiri Turki Utsmani.

2. Mengapa Turki Utsmani Bisa Begitu Berjaya ?

Kerajaan Turki Utsmani
Kerajaan Turki Utsmani (Source : kompas.com)

Mengapa Kerajaan Turki Utsmani tersebut menjadi sangat berjaya? Ada lima faktor utama yang mempengaruhi hal tersebut.

a. Pengelolaan Pemerintahan yang Baik

Pengelolaan pemerintah yang baik menjadi kunci utama kemajuan Kerajaan Turki Utsmani.

Sistem pemerintah yang baik membentuk kestabilan di segala aspek kehidupan. Rasa persatuan dan kesatuan yang kuat membuat segala pencapaian Kejayaan Turki Utsmani begitu kokoh.

b. Ekonomi yang Stabil dan Baik

Ekonomi yang baik menjadi pondasi Turki Utsmani untuk mendukung segala visi dan misi yang hendak mereka capai. Pengembangan ilmu pengetahuan, sokongan perang maupun kesejahteraan warga akan mudah dikelola.

c. Penguasaan dan Pengembangan ilmu pngetahuan

Turki Utsmani cukup mengalami kemajuan  dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup signifikan.

Selain  kemajuan madrasah, penelitian dalam bidang matematika, geografi, kedokteran, dan astronomi pun cukup pesat.

d. Kekuatan Militer yang Solid

Khalifah Sulaiman Al-Qanuni berhasil menghantarkan Turki mencapai puncak kejayaannya.

Sebagai pemimpin Ottoman yang paling lama berkuasa, beliau bisa membuat Turki Utsmani menjadi pemilik kekuatan militer terbesar dan terkuat di dunia.

e. Ekspansi yang Masif Dilakukan

Perluasan wilayah yang dilakukan dengan gigih dan cerdas membuat Turki Utsmani semakin besar.

Bukan hanya wilayah dengan mayoritas penduduk islam, wilayah dengan mayoritas non muslim pun berhasil mereka kuasai.

Dengan melihat faktor-faktor tersebut, tak heran jika Turki Utsmani bisa berjaya hingga 625 tahun. 

3. Dimana saja Daerah kekuasaan Turki Utsmani ?

Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani
Wilayah Kekuasaan Turki Utsmani (Source : republika.com)

Turki Utsmani menjadi simbol kejayaan Islam,  pengaruhnya menyebar kuat hingga Eropa Timur, Mediterania, dan Balkan. 

Bukan hanya itu, dinasti ini menguasai semenanjung Arab hingga Asia Selatan

Turki Utsmani pernah berjaya  ketika berada pada naungan khalifah Turki Utsmani ke-7 bernama Sultan Mehmet II atau yang lebih dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih.

Di masa kepemimpinannya, pemerintahan Islam berhasil menguasai Konstantinopel, kota yang paling sulit ditaklukan di dunia kala itu.

Muhamamd Al-Fatih berhasil menaklukan pusat Ibu Kota Kekaisaran Romawi yang sebelumnya dikenal dengan nama Bizantium.

Dengan berubahnya nama menjadi Konstatinopel, menandai berakhirnya kekaisaran tersebut.

Pada tahun 1453, di bawah kepemimpin Muhammad Al-Fatih, Turki menguasai Konstantinopel dengan menjadikannya ibukota Kekaisaran Utsmani dengan nama Istanbul.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Islami Bersejarah di Istanbul Turki

Di bawah naungan Sultan Salim I, turki Utsmani fokus melakukan  ekspansi ke arah Selatan Turki. Ia berhasil  mempersatukan Kairo,  Baghdad dan wilayah sisa kekuasaan Bizantium ke dalam  satu kekuasaan.

Sedangkan di bawah naungan Sultan Orhan, Turki Utsmani berhasil mengekspansi wilayahnya ke Eropa. Beliau berhasil meliaskan wilayah ke Kassovo,  Bursa,  Nikopal, hingga Gallipoli.

Turki Usmani berhasil menguasai Lembah Sungai Furat, Lembah Sungai Nil di Mesir  sampai ke Gibraltar. Hal ini tak lepas dari tangan dingin Sultan Sulaiman Al-Qanuni,

Pada masa kepemimpinannya, Turki Utsmani menjadi imperium  yang mengendalikan sebagian besar Eropa Tenggara, Asia Barat/Kaukasus, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika.

4. Kapan  Turki Utsmani Runtuh

Runtuhnya Turki Utsmani
Runtuhnya Turki Utsmani (Source : bombastis.com)

Kerajaan Turki Utsmani mulai mengalami kemunduran pada masa kekuasaan Sultan Murad III (1573-1596).

Para sultan mulai tertipu daya akan nafsu dunia. Perjuangan untuk kepentingan umat Islam seakan bukan lagi prioritas yang harus diperjuangkan.

Turkisasi, kebijakan menanamkan pengaruh bahasa dan tradisi Turki di setiap wilayah kekuasaannya menjadi bukti akan abainya pemerintah terhadap negara kekuasaannya.

Dengan lunturnya semangat perjuangan Islam dan dan lemahnya kepemimpinan, Dinasti Turki Utsmani menjadi mudah diserang oleh tentara Eropa, seperti Inggris, Prancis, dan Rusia. Akibatnya, kekuasaan menjadi lemah dan ekonomi mengalami kemunduran.

Pada 1683, kemunduran Turki Utsmani semakin nyata terlihat. Wazir Aagubg Mustafa Kara Pasha gagal melawan koalisi Kristen (Kekaisaran Romawi Suci, Lithuania-Polandia, Habsburg-Hungaria) di Wina.

Akibat kekalahan itu, Kekaisaran Turki Utsmani kalah dalam perang besar Turki pada tahun 1683-1699.

Kekaisaran Turki Utsmani terpaksa harus merelakan beberapa wilayahnya seperi Balkan, Hungaria, Azoz, Ukraina, dan Montenegro.

Pada abad ke-19, banyak aksi separatis negara yang ingin melepaskan diri dari Kekhalifahan Turki Utsmani.

Setelah memberontak selama 9 tahun,  Yunani pun akhirnya berhasil memisahkan diri. Tahun 1830, Yunani menjadi negara pertama yang merdeka dari Kekaisaran Ottoman.

Sultan Mehmed VI  menjadi sultan Utsmaniyah terakhir. Pada November 1922, Sultan Mehmed VI dilengserkan oleh Dewan Tertinggi Nasional di Ankara dan  merubah bentuk negara Turki sebagai negara republik.  Sepupunya, Abd Al-Majid pun akhirnya dingkat sebagai pemimpin.

Pada 1924, terjadi perubahan bentuk sistem pemerintahan dari kekhalifan menjadi republik.  

Mustafa Kemal menjadi pemimpin Republik Turki pertama yang diberi gelar Attaturk (Bapak Turki). Dengan berdirinya Republik Turki modern, ibu kota kemudian berpindah ke Ankara.

Semenjak runtuhnya Khilafah Turki Utsmani, umat Islam tidak lagi dinaungi khilafah dan tercerai berai menjadi lebih dari 50 negara.

Tanggal 3 Maret 1924 menjadi hari yang bersejarah bagi dunia. Pada hari tersebut, Kekahalifahan Turki Utsmani atau biasa disebut dengan Kesultanan Turki Ottoman, sistem tatanan Islam yang pernah berjaya menguasai dua per tiga dunia runtuh.

5. Apa saja peninggalan Turki Utsmani ?

Istana Tokopi
Istana Tokopi (Source : wisatalova.com)

Meskipun telah runtuh, tetapi peninggalam sejarah Turki Utsmani masih menjadi destinasi wisata favorit para pelancong.

a. Masjid Yeni

Masjid Yeni yang berusia sekitar 400 tahun ini terletak di Sirkci Eminonu. Pembangunan Masjid Yeni diprakarsai oleh Ibunda Sultan Mahmed II pada 1579. Tidak main-main, pembangunan Masjid ini sampai memakan waktu 66 tahun.

b. Taman Sultan Ahmet

Taman ini dulunya sebagai pusat kerusuhan, bahkan sering terjadi pertempuran darah. Taman ini terletak di sekitar Kesultanan Turki Utsmani dan Kerajaan Bizantium.

Pada zaman dahulu, taman ini bernama Hippodrome yang merupakan tempat berkumpulnya warga sekitar.

c. Masjid Biru

Masjid Biru terletak di seberang Taman Sultan Ahmet. Masjid ini dibangun pada tahun 1606 hingga 1616. Masjid enam menara ini  dibangun oleh arsitek bernama Mehmet Arga.

Baca juga: 10 Masjid Turki yang Megah dan Bersejarah

d. Istana Tokopi

Istana Tokopi memiliki luas area  700.000 meter.  Kata Tokapi sendiri memiliki arti gerbang peluru Meriam. 

Istana  Kesultanan Ottoman ini  beralih fungsi sebagai museum pada 1924, ketika turki menjadi negara republik sekuler.

Harta benda peninggalan Ottoman bisa kita lihat di sini.   Artefak  pedang dan jenggot peninggalan Nabi Muhammad SAW pun terdapat dalam museum ini.

e. Kawasan Ortakoy

Pelabuhan yang berada di sekitar laut marmara terletak di kota Istanbul. Kamu bisa mencudi mata dengan  kapal-kapal yang berlalu lalang sambil merasakan angin sepoi-sepoi.

Setelah membaca ulasan sejarah tersebut, apa yang kamu rasakan? Apakah semangatmu kembali setelah tahu bagaimana para Sultan Kekaisaran Turki Utmani dalam membangun peradaban?

Agar kehebatan peradaban itu semakin nyata terlihat, mulai sekarang mending kamu mulai menyisihkan tabungan agar bisa menelusuri peninggalan Turki Utsmani secara langsung. Untuk masalah visa, percayakan saja pada kami, visaloka.com.

Write A Comment