Sejak hari itu, saat menonton drama Turki, membaca buku-buku sejarah peradaban, atau melihat gambar-gambar wisata Turki, kamu mulai membayangkan suatu hari bisa pergi ke sana.

Bertahun-tahun kamu mengumpulkan uang, bersabar menunggu waktu yang tepat, dan mencari teman perjalanan terbaik.

Hari ini, kamu mulai sumringah, lekukan senyum dan binar matamu mulai menampakkan rasa percaya diri.

Saldo rekening yang memadai, jatah cuti yang masih utuh, dan pasangan yang setia siap menemani perjalanan impianmu.

Kamu mungkin sudah tidak sabar jalan-jalan ke Turki mengunjungi banyak tempat bersejarah sambil menikmati pemandangan Turki yang eksotis.

Masalahnya, tempat wisata di Turki itu begitu melimpah dan menarik. Kamu mungkin sampai kebingungan menentukan roadmap wisata yang akan dipilih.

Agar kebingunganmu berakhir, berikut kami sajikan panduan lengkap untuk kamu yang ingin liburan ke Turki selama satu minggu.

A. Mengurus Visa Turki

Visa
Visa (Source : pixabay.com)

Untuk mewujudkan perjalanan wisata Turki yang mengesankan, hal utama yang harus kamu persiapkan adalah visa.

Bagi kamu yang tak punya pengalaman, kegundahan itu mungkin mulai berkecamuk dalam benakmu. Suara-suara hatimu mulai berperang memikirkan segala kemungkinan.

“Bagaimana kalau mengurus visa itu mahal? Bagaimana kalau mengurus visa itu ribet dan lama? Membayangkan wajah-wajah jutek para petugas administrasinya saja sudah malas. Apa tidak sebaiknya rencana liburanku dibatalkan saja?”

Tunggu dulu, kamu hanya belum tahu. Sekarang, kamu ini tinggal di era teknologi bukan lagi era konvensional.

Visaloka.com hadir memberikan solusi atas segala kegundahanmu. Sekarang bukan zamannya lagi pengurusan visa yang rumit, lama, dan menguras banyak energi.

Cukup dengan unggah dokumen dan pembayaran via transfer atau kartu kredit, visamu bisa selesai dalam waktu satu jam.

B. Panduan Transportasi Turki

Pesawat Turki
Pesawat Turki (Source : pixabay.com)

Selain pasport dan visa, hal penting lainnya yang harus kamu persiapkan adalah transportasi dan akomodasi.

Untuk kamu yang tidak suka basa-basi, kamu bisa memilih penerbangan Jakarta-Istanbul via Turkish Airlines.

Tetapi bagi kamu para pemburu diskon, Qatar Airways (transit Doha), Emirates (transit Dubai), dan Etihad (transit Abu Dhabi) juga bisa menjadi pilihan.

Jika sudah sampai di Turki, transportasi lokal yang bisa kamu gunakan adalah bus Turki.

Bus Turki merupakan salah satu bus dengan pelayanan operasional terbaik di dunia. Selain dilengkapi wifi, bus Turki juga biasanya dilengkapi layar-layar TV kecil di masing-masing tempat duduk.

Tetapi jika jarak antar kota terlalu jauh, kamu bisa menaiki maskapai penerbangan lokal di Turki.

C. Waktu yang Tepat Berwisata ke Turki

Tulip Garden
Tulip Garden (Source : pixabay.com)

Waktu terbaik yang direkomendasikan jika kamu ingin berwisata ke Turki adalah saat musim gugur (September-November) dan musim semi (Maret-Mei).

Karena hanya di musim semi, kamu bisa menyaksikan Festival Tulip Istanbul di Emirgans Tulip Garden, tepatnya pada bulan April.

D. Itinerary Wisata Turki Selama Seminggu

1. Hari Pertama – Berwisata Religi di Istanbul

Hagia Sophia
Hagia Sophia (Source : pixabay.com)

Istanbul merupakan pusat wisata rohani di Turki. Bukan hanya untuk umat muslim, umat agama lain pun dapat menjelajahi berbagai peninggalan sejarah di sana.

Mulailah perjalanan panjangmu dari Masjid Biru. Jadikan perjalanan hari pertamamu sebagai sarana untuk mengosongkan dan menenangkan pikiran dari segala problematika kehidupan.

Dari kejauhan, dalam naungan langit biru, pesona masjid itu begitu meneduhkan pandangan.

Enam menara menjulang di antara mega-mega yang berarak. Alam pun bercerita, mengisyaratkan betapa agungnya kuasa Sang Pencipta.

Ketika mulai memijakkan kaki ke dalam, mungkin kamu akan mematung sejenak. Terpesona dengan interior masjid yang dihiasi dengan Iznik berwarna pirus dan ornamen tulip merah.

Berkas sinar menembus melewati 200 jendela kacamatri. Berkilau di antara ornamen-ornamen masjid yang cantik.

Perpaduan antara kontur, garis, warna, dan pencahayaan begitu menyatu dalam langit-langit masjid yang eksotis.

Keluar dari Masjid Biru, kamu bisa beralih ke Hippodrome Konstatinopel. Area ini terletak di alun-alun Masjid Biru. Di sana, kamu bisa menyaksikan arena pacuan kuda peninggalan zaman Romawi.

Setelah puas berkeliling , kamu bisa berpindah ke Hagia Sophia. Tak perlu berjalan jauh, letaknya tepat di seberang Masjid Biru.

Di sana, kamu pun akan terkagum-kagum melihat perpaduan dua agama, dua benua, dan dua budaya dalam satu naungan tempat.

Gereja Bizantium itu sempat berubah menjadi masjid sebelum akhirnya diresmikan menjadi museum.

Lukisan-lukisan Kristen beriringan dengan kaligrafi-kaligrafi Islami. Meski bukan lagi sebagai tempat ibadah, Hagia Sophia tak pernah kehilangan magisnya.

Dari sana, kamu bisa beranjak ke Masjid Sulaimaniah. Masjid terbesar di Istanbul yang merupakan peninggalan Kekaisaran Ottoman.

Di belakang halaman masjid, terdapat komplek pemakaman Sultan Suleiman 1 beserta para kelurganya.

Baca juga: 10 Masjid Turki yang Megah dan Bersejarah

Selain masjid-masjid bersejarah, tempat persinggahan para Sultan Kekaisaran Ottoman juga jangan sampai terlewatkan. Letaknya di tepi selat Bosporus, Istana Topkopi terlihat megah dan indah.

Istana ini begitu impresif dengan empat halaman utama serta taman-taman yang elok nan asri. Istana ini dilengkapi dengan fasilitas masjid, rumah sakit, dapur besar, paviliun, dan harem.

Rasakan aura spirit Islam yang sesungguhnya di sini. Kokohnya Istana Tokopi adalah bukti bahwa Islam pernah berjaya.

Museum of Turkish and Islamic Art juga harus masuk ke dalam rute perjalananmu. Museum Seni Islam dan Turki terletak di bangunan bekas Istana Ibrahim Pasha.

Museum Islami ini mempunyai lebih dari 40.000 koleksi peninggalan Islam yang begitu antik. Benda yang paling banyak mencuri perhatian adalah karpet raksasa yang digantung pada langit-langit bangunan.

Di sela waktu wisata religi, jangan sampai lupa membeli buah tangan untuk keluarga dan kerabat di tanah air. Berbagi rezeki dan kebahagiaan adalah bentuk lain dari ibadah yang tak boleh terlupakan.

Grand Bazaar adalah pusat oleh-oleh di Turki yang lengkap dan murah. Jika tak puas belanja di Grand Bazaar kamu bisa beralih ke Istiklal Street. Kalau di Bandung, Istiklal Street ini mirip seperti jalan Braga.

2. Hari Kedua – Berlayar Menyusuri Selat Bosphorus

Selat Bosphorus
Selat Bosphorus (Source : pixabay.com)

Tempat wisata Istanbul yang berlimpah nampaknya tak cukup dijelajahi hanya dengan waktu satu hari.

Jika di hari pertama kamu sudah berwisata religi, saatnya kamu memanjakan mata dengan pemandangan-pemandangan yang indah dari selat Bosphorus.

Dari Istanbul, kamu bisa menyeberang melalui jembatan Bosphorus. Jembatan tersebut melintang di antara dua benua, benua Asia dan Eropa. Jembatan gantung tersebut terbentang kokoh dengan panjang 1.510 m.

Semilir angin menerpa raga, membelai rambut dengan syahdu. Birunya perairan yang tenang menambah teduhnya perjalanan.

Untuk melihat keindahaan selat Bosphorus secara sempurna, kamu bisa pergi ke Camlika Hills. Di sana, kamu bisa menyapu pandang keindahan kota dan birunya perairan dari atas bukit.

Jika sudah bosan memandangi dari kejauhan, saatnya kamu mencoba sensasi yang lebih dekat. Cobalah naik cruise (kapal), menyusuri selat Bosporus. Senja adalah waktu terbaik yang bisa kamu pilih.

Semburat jingga di langit senja menambah eksotisme panorama yang terlihat. Deru deram mesin kapal yang samar diterpa gelombang dan desiran angin yang berbisik lirih akan menemani perjalananmu.

Saat sedang berlayar, mungkin matamu akan terfokus pada satu titik bangunan yang begitu mencuri perhatian.

Beberapa pertanyaan mungkin mulai berkecamuk dalam pikiranmu. Bangunan itu mencolok, berada di tengah-tengah selat.

Ya, itu adalah Maiden’s Tower. Menara yang terletak di sebuah pulai kecil di tengah selat yang menjadi landmark kota.

Pemandangan menara di tengah terusan dan langit Turki ini sering di jadikan setting dalam adegan film Turki maupun Hollywood.

Jika penasaran, kamu bisa berlabuh untuk melihat keunikannya dengan lebih dekat. Menara bekas mercusuar zaman Kekaisaran Ottoman tersebut telah beralih fungsi menjadi restauran.

Makan malam romantis di lantai dasar atau lantai atas menara akan menjadi momen tak terlupakan dalam hidupmu.

Pernahkan kamu membayangkan bagaimana rasanya menyantap hidangan sembari menyaksikan pantulan warna-warni lampu di atas air yang beriak?

3. Hari Ketiga – Menelusuri Sejarah di Ibukota Turki

Ataturk Mausoleum
Ataturk Mausoleum (Source : pixabay.com)

Seperti yang kamu tahu, ibukota Turki telah berpindah dari Istanbul ke Ankara. Di hari ketiga ini, saatnya kamu juga berpindah dari Istanbul menuju ke sana.

Terletak di dataran tinggi, membuat Ankara terasa lebih dingin dan sejuk.

Salah satu destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi adalah Ataturk Mausoleum. Tempat ini merupakan situs pemakaman dari tokoh terkenal bernama Mustafa Kemal Ataturk.

Beliau adalah tokoh besar yang berhasil membebaskan Turki dari belenggu penjajahan.

Sebagai bentuk apresiasi, bangunan yang menaungi makam beliau di bangun dengan begitu megah. Bukan main, pembangunan tempat di atas bukit yang sangat luas itu sampai memakan waktu sembilan tahun.

Situs pemakaman ini terdiri atas beberapa bagian, setiap bagiannya mengisyaratkan makna perjuangan Turki dalam meraih kemerdekaan paska Perang Dunia 1.

Di bagian depan, kamu akan disambut oleh rindangnya pepohonan. Daun-daun bergesekkan satu sama lain, beradu goyang tertiup angin. Aduhai, syahdu sekali rasanya.

Selain rindang, Taman Perdamaian ini pun dibangun dengan penuh filosofi. Aneka ragam tanaman dari 25 negara melambangkan harmonisasi tanpa melihat keyakinan dan latar belakang ras.

Melipir sejenak dari Taman Perdamaian, kamu bisa beranjak ke Jalan Singa. Sebuah jalan batu panjang berukuran 200 meter yang setiap sisinya dipenuhi patung-patung singa yang rebah.

Setelah menelusuri Jalan Singa, kamu akan menemui lapangan luas yang biasa digunakan untuk kegiatan seremonial. Yang membuat unik, lapangan ini dipasang keramik bermotif 373 karpet era Kekaisaran Turki Utsmani.

Jika sudah puas berkeliling Ataturk Mausoleum, kamu bisa berpindah destinasi ke Salt Lake Ankara. Danau terasin di dunia ini terkenal sebagai lokasi penghasil garam terbesar di Turki.

Hamparan garam berwarna putih dan keras bak lantai kristal yang bening. Pantulan tubuhmu akan terlihat jelas di atasnya.

Tak perlu filter dan aplikasi editing photo, berbagai pose dengan bayanganmu terlihat natural dan instagrammable.

4. Hari Keempat – Wisata Romantis ke Cappadocia

Balon Udara Cappadocia
Balon Udara Cappadocia (Source : pixabay.com)

Di hari keempat, kamu bisa melanjutkan perjalanan wisata ke Cappadocia. Cappadocia adalah salah satu surga dunia yang berlokasi di Anatolia Tengah, tepatnya di jantung negara Turki.

Luas area Cappadocia sekitar 5.000 kilometer persegi, membentang di antara tiga provinsi yakni Nevsehir, Keyseri dan Nigde.

Bentangan alam yang eksentrik akan membuat matamu tak mampu berkedip. Bak negeri dongeng, Cappadocia sampai dijuluki Tanah Peri Cerobong Asap.

Dataran Cappadocia terbentuk dari erosi bebatuan vulkanik. Sebelum mengeras menjadi batuan lembut (tuff), wilayah ini awalnya tertutup abu tebal hasil letusan gunung api purbakala.

Hal utama yang harus kamu lakukan di sini adalah menaiki balon udara. Saat matahari mulai menyingsing adalah waktu terbaik menaiki wahana ini.

Tekanan udara dan ketinggian akan memacu adrenalinmu. Sejenak, mungkin kamu hanya butuh memejamkan mata, mengusir rasa takut.

Tetapi sudut pandang kota yang terlihat mengecil dan sempurna dari atas sana, tak boleh terlewatkan. Kapan lagi, kamu bisa terbang di antara burung-burung dengan latar lukisan angkasa yang paripurna.

Setelah mengudara di angkasa, saatnya kamu menjelajahi kota bawah tanah Izkonik. Ruang bawah tanah dengan lorong-lorong misterius akan membawamu ke dalam suasana purbakala.

Jangan salah, di sini dilengkapi dengan saluran drainase, gudang anggur, sistem transit, tempat kerja, tempat tinggal, tempat belanja, hingga fitur pertahanan.

Selain Izkonik, kamu juga bisa mengunjungi Tebing Pigeon Valley. Keindahan rumah burung merpati di antara tebing-tebing gurun akan memanjakan penglihatanmu.

Kepakan sayap-sayap merpati yang bersahut-sahutan mengalunkan melodi keindahan.

Belum usai di situ, kamu akan kembali berdecak kagum dengan destinasi wisata Cappadocia lainnya.

Gorame Valley adalah lokasi lain yang tak boleh terlewatkan. Formasi bebatuan peninggalan bangsa Romawi menghasilkan bangunan-bangunan unik.

Bangunan-bangunan tersebut di gunakan sebagai rumah dan gereja. Di antara gua-gua bekas gereja kuno terdapat mahakarya lukisan dengan langit-langit yang melengkung.

5. Hari Kelima – Menjelajahi Kota Aladdin di Konya

Tarian Sufi
Tarian Sufi (Source : pixabay.com)

Setelah Cappadocia, Konya akan membuat perjalanan di hari kelimamu tak terasa membosankan. Cinta dari Tuhan menyebar ke bumi, tergambar nyata dalam bentuk keindahan kota Konya.

Kota ini terletak di tepi barat daya dataran tinggi Anatolia. Kota ini identik dengan tokoh sufi tersohor bernama Jalaluddin Rumi. Kamu pasti pernah mendengar namanya, bukan?

Mevlama Museum di Turki menjadi saksi bisu betapa diseganinya sosok Jalaluddin Rumi tersebut. Museum yang di dalamnya terdapat makam sang tokoh ini, tak pernah sepi dikunjungi peziarah.

Setelah dari Mevlama Museum, Konya akan membawamu seolah-olah masuk ke dalam cerita dongeng.

Caravanserai, penginapan para musafir zaman dahulu ini akan mengingatkanmu akan lokasi film Aladdin. Tempat ini merupakan bekas penginapan para saudagar yang melintasi jalur Silk Road.

Tempat ini bisa menjadi spot foto yang keren. Jika terbawa suasana, bisa-bisa kamu menghayal menjadi Putri Jasmine atau Aladdin yang akan melintasi angkasa dengan karpet terbangnya.

6. Hari Keenam – Menjelajahi Kota Tua di Seljuk

Perpustakaan Turki
Perpustakaan Turki (Source : pixabay.com)

Di hari keenam, kamu bisa kembali berpindah lokasi dari Konya ke Seljuk. Di Seljuk terdapat Ephesus, destinasi favorit para wisatawan.

Reruntuhan kota tua zaman Romawi ini sangat cocok dijadikan background foto prewedding bertema vintage.

Kota Yunani Kuno yang dulunya direbut oleh Kerajaan Romawi itu sempat mengalami kejayaan. Sisa-sisa bangunan Romawi yang masih berdiri adalah Odeon Theatre dan Celsus Library.

Celsus Library sendiri merupakan perpustakaan nomor tiga terbesar pada zamannya. Meski tak utuh, pilar-pilar depannya masih berdiri dengan kokoh.

Berbeda dengan Celsus Library, Odeon Theatre merupakan arena pertunjukan musik atau balai pertemuan wakil rakyat.

Setelah dari Ephesus, kamu bisa mengunjungi Pamukkale. Tempat ini merupakan pemandian air panas yang mempesona.

Air berwarna biru pucat dikelilingi pasir yang berwarna putih seperti salju berpadu dengan indah. Sekilas seperti salju, padahal pasir tersebut merupakan kalsium yang mengeras.

Di sini juga kamu bisa melihat kota tua peninggalan Romawi lainnya yakni Hierapolis Ancient City.

7. Hari Ketujuh – Mengunjungi Bursa, Pusat Perdagangan Sutra

Masjid Ulu Camli
Masjid Ulu Camli (Source : tourketurki.com)

Di hari terakhir wisata, sebelum kembali ke Istanbul kamu bisa singgah dulu ke Bursa. Kota yang berada di tepi laut Marmara ini tak kalah cantik dengan kota-kota lainnya.

Di Bursa, kamu bisa mengunjungi Masjid Ulu Camli. Karena kemegahan dan nilai historisnya, Masjid Ulu Camli sampai masuk ke warisan budaya UNESCO tahun 2014.

Ciri khas dari masjid ini adalah kubahnya yang berjumlah dua puluh. Kubah berderet rapih dalam empat baris, masing-masing deretan terdiri atas lima kubah.

Masjid berdiri kokoh dengan topangan 12 tiang berukuran besar. Selain kubah, masjid ini juga dilengkapi dua menara yang menjulang.

Tak jauh dari Masjid Ulu Camli, terdapat Silk Market, pusat perdagangan sutra yang sangat terkenal. Bukan hanya sutra, produk tekstil lain, cendera mata, hingga perak juga bisa kamu dapatkan di sini.

Setelah puas berbelanja, kamu bisa kembali melakukan perjalanan religi ke Green Mosque and Tomb. Di sana terdapat makam Sultan Mehmed 1 beserta para keluarganya.

Ubin hijau mendominasi warna bagian depan bangunan sehingga masjid ini dinamakan Green Mosque.

Warna hijau yang sejuk akan menutup perjalanan wisata Turkimu dengan damai. Dari Bursa, kamu harus kembali ke bandara Istanbul untuk pulang ke indonesia.

Write A Comment